Halaman 9

waktu kembali ke rumah sebuah permainan hebat dimainkan seolah menjadi para Karmelit. Ofisi dimadahkan, silih dilakukan, dalam semuanya itu Josefa yang memimpin dengan semangat, tetapi bagi Josefa hal itu tidak semata-mata hanya permainan.
     Orangtuanya bangga dengan kemampuannya membuat baju dan mengirimnya menyelesaikan latihan di sebuah perusahaan pembuatan topi. Percakapan antar pekerja wanita di sana tidak selalu menyenangkan, tetapi dengan Komuni Kudus setiap hari Josefa menjadi kuat untuk tetap menjaga murni hatinya; ia menulis kenangannya pada saat itu:

     "Aku melalui banyak bahaya, tetapi Tuhan selalu melindungi aku di tengah-tengah pembicaraan jahat yang membahayakan yang umum terjadi di ruang kerja kami. Hal itu sering membuat aku menangis mendengarkan hal-hal yang mengguncangku, tetapi aku tidak pernah ragu bahwa Tuhan bermaksud menjadikan aku milik-Nya sendiri, dan inilah penghiburan dan kekuatanku. Tidak ada dan tak seorang pun dapat mengubah keputusanku atau membuatku meragukan kebenarannya."
     "Pada hari Minggu," adiknya berkata kepada kami, "dia sering pergi ke Patronase dimana pemimpinnya adalah anak dari pemilik rumah kami. Wanita ini melakukan pekerjaan baik dan sangat beramal. Untuk itulah pada hari Minggu, kami menghabiskan waktu dengan dikelilingi suasana riang dan gembira, banyak anak-anak menganggapnya sebagai tempat perlindungan yang menghindari mereka dari perbuatan dosa. Josefa adalah kehidupan dari pesta kecil itu, dan menghanyutkan dirinya dan kepandaiannya dalam drama, dan sang wanita dermawan kami menghargai kebajikan Josefa, biasanya ia menugaskan Josefa dalam beberapa bagian dari drama-drama kecil kami yang tidak diinginkan oleh siapapun, dan Josefa ber-akting dengan keanggunan dan kesederhanaan yang sigap.
     Josefa sering menemani Senora X di dalam kunjungan-kunjungan kepada kaum miskin. Pepa (nama sebutan Josefa) melihat tidak hanya betapa ia berpartisipasi di dalam membagikan sedekah, tetapi bersukacita memberikan pelayanan-pelayanan kepada para klien dengan penuh kerendahan hati. Hal ini sangat menarik bagi sifat aslinya yang baik hati. Suatu hari, Maria secara rahasia memberitahukan Josefa bahwa ia telah menemukan seorang wanita tua penderita kusta dan Maria sedang mencari di antara teman-temannya seseorang yang mau menemaninya menemui wanita malang yang tidak menginginkan apa-apa hanya ingin dikasihi. Namanya adalah Trinidad dan dia sangat menderita. Tubuh kirinya lumpuh dan wajah serta tangan-tangannya dipenuhi

Halaman 8

     Ketika ia berusia 13 tahun, Josefa kembali ke rumah untuk memerhatikan pendidikan ketiga adiknya, untuk masuk ke sekolah bebas biaya, Hati Kudus. 1
     Saat itu adalah tahun bagi Spanyol memilih sebutan Bunda Yang Dikandung Tanpa Noda (The Immaculate Conception) sebagai pelindung regimen infantri. Misa di tempat terbuka saat itu diadakan di taman Istana kerajaan. Leonardo, ayah Josefa, dengan diperhatikan oleh Raja muda Alphonsus XIII, sedang bekerja mendekorasi altar. Tiba-tiba, ia menjatuhkan sebuah alat yang mungkin dapat mencederai sang Pangeran, gerakan cepat diambil Leonardo untuk mencegah hal itu hingga Leonardo kehilangan keseimbangan. Ia terjatuh dari konstruksi dan lengannya patah. Sang Raja, tersentuh dengan tindakan yang melindunginya itu dan bermaksud mengambil tanggung jawab akan pendidikan anak-anak Leonardo. Ia menawarkan mereka "Dames Anglaises," yang merupakan sebuah lembaga Kerajaan. Walaupun Leonardo sungguh tersentuh namun ia tidak mengambil bagian dalam hal itu dan mengirimkan anak-anaknya bersekolah di Hati Kudus, sekolah bebas biaya itu, yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Dua anak-anaknya kegirangan, Josefa juga beruntung mendapat kesempatan bermesra dengan Sakramen Maha Kudus yang ada pada Kapel Leganitos. Semakin hari Sakramen Maha Kudus semakin menarik perhatiannya, Tuhan kita telah mengarahkan anak sederhana kesayangan Hati-Nya ini kepada Tabernakel dimana DIA tinggal di sana selamanya.
     Keluarga itu tetap hidup gembira dan damai. Sang "Permaisuri kecil" tetap menjaga tempatnya sebagai anak perempuan yang paling mengabdi  dan sebagai kakak yang terbaik bagi adik-adiknya. Segala sesuatu di dalam keluarga itu sederhana dan riang, tetapi iman bertahkta di atas segalanya.
     Hal besar yang terjadi dalam masa-masa itu adalah kunjungan mereka ke Karmel di Loeches, dimana anak-anak memiliki seorang bibi. Mereka diterima bagaikan putri-putri kecil dan berlarian di pekarangan Kapel, dimana mereka menemukan sebuah salinan Aturan Karmelit, yang membuat mereka bersemangat membacanya. Pada



-----

Asrama dan sekolah bebas biaya Sacré Coeur yang terletak di jalan Leganitos. Yang kemudian telah dihancurkan oleh tentara merah (the Reds) selama perang sipil di tahun 1936.

Halaman 7

     Perjumpaan pertamanya dengan Tuhannya yang Ekaristis diawali Josefa  di dalam kemesraan ilahi yang setelahnya menjadi begitu kuat dan begitu bebas. Komuni Kudus adalah kegembiraannya yang terbesar dan semua memperhatikan betapa kebajikan penuh mulai berkembang di dalamnya.
     "Setelah Komuni Pertama Josefa," tulis adiknya, "dapatlah dikatakan bahwa dia berhenti menjadi seorang anak. Aku tidak ingat melihat dia mengambil bagian dan kesenangan-kesenangan yang dipersiapkannya untuk kami dengan sangat bersemangat. Amalnya sangat besar, juga di luar rumah. Jika dia mengetahui ada anak yang sakit, ia tidak pernah melewati untuk mengunjunginya. Rasa iba dan semangat berkurban, hasil dari teladan baik yang diberikan kepada kami oleh orangtua kami, digabungkan dengan kualitas-kualitas alaminya, menjadikannya jiwa akan keluarga kecil itu. 'Pepa' itu panggilan kami padanya, bagaikan ibu kedua bagi kami, dan tidak pernah ragu menumpahkan perasaan kami kepadanya tentang harapan-harapan, masalah-masalah dan ketakutan-ketakutan kekanakkan kami. Suatu hari ketika aku masih agak kecil, aku disuruh untuk membeli sesuatu. Aku melakukannya, tetapi aku lupa membayar. Besarlah ketakutanku ketika kusadari keteledoranku. Aku tidak berani kembali ataupun membawa uang itu pulang ke rumah. Aku membungkus uang itu dengan kertas dan meninggalkannya di samping jalan masuk di jalanan. Lalu aku berlari kepada Pepa dan berkata kepadanya secara rahasia tentang apa yang terjadi. Dengan manis ia menghiburku, menciumku dan menenangkanku, dan dia sendiri yang pergi dan membayarkan uang itu. Kami selalu berlari kepadanya jika menghadapi masalah, sebab ia dapat mengatur  hal-hal agar kami tidak dimarahi.
     "Terimakasih untuk pengaruhnya terhadap orangtua kami, Josefa memperolehkan bagi adiknya rahmat untuk menerima Komuni Pertama dua tahun sebelum waktu sebenarnya.
     " Jadi masa kecil Pepa berlalu dengan sangat simpel, sebagaimana kebiasaan di keluarga-keluarga Kristiani merupakan tempat persinggahan di kehidupan, tapi akan jadi apa kakak tertua kami sudah dapat diperkirakan."
     Pada waktu-waktu inilah orangtuanya mengirimkannya ke sekolah Seni dan Kerajinan tangan (Formente del Arte) 1, dimana kepintaran dan kesiapannya dalam belajar segera menarik perhatian. Kepandaian jari-jemarinya sangat menakjubkan dalam hal kerajinan tangan yang berhubungan dengan jarum, dan dia sangat berhasil, mendapatkan ijazah-ijazah dari tahun ke tahun.

-----
1 Lembaga untuk mengembangkan kesenian.

Halaman 6

Aku ingin kau seluruhnya menjadi milik-Ku.' Apa yang terjadi selanjutnya tidaklah mungkin bagiku untuk menuangkannya dalam kata-kata, namun ketika aku meninggalkan kapel, pikiranku sungguh siap: aku akan menjadi sangat, sangat baik.
     "Panggilan apa sungguh tak pernah kudengar sebelumnya, dan tentang menjadi biarawati sangatlah terpisah dari bumi, tetapi sejak saat itu selanjutnya, sesuatu seperti telah menetapkan aku pula juga secara terpisah, dan perasaan itu menetap. Lama setelah itu aku mengetahui bahwa itu adalah suatu panggilan kehidupan relijius.
     " Pada hari ketiga akan retret itu aku membarui resolusiku, dan pada hari Santo Yosef, hari bahagia akan Komuni Pertama-ku, aku membuat persembahan ini, dan itu berasal dari lubuk hatiku terdalam:

     "Pada hari ini, 19 Maret 1901, di hadapan Surga dan bumi, disaksikan oleh bunda Surgawiku, Maria dan Santo Yosef, penasehat dan bapaku, aku berjanji pada Yesus bahwa aku akan selalu menjaga benar-benar di dalamku kebajikan akan keperawanan, hasratku satu-satunya hanyalah menyenangkan-Nya, dan ketakutanku satu-satunya hanyalah jika aku menyinggung-Nya dengan dosa. Tunjukkan padaku, O Tuhanku, bagaimana untuk menjadi seluruhnya milik-Mu dengan tingkah laku yang sempurna, sehingga aku dapat selamanya semakin dan semakin mencintai-Mu dan tidak pernah mengecewakan-Mu dalam hal apapun. Inilah hasrat hatiku pada Hari Komuni Pertamaku. Santa Maria, aku memohon padamu di hari Pesta pasangan kudusmu, Santo Yosef, untuk memperolehkan permohonanku.
" 'Anakmu yang mengasihi,
" 'Josefa Menéndez.'

"Kutulis dengan patut dan kutandatangani, dan di setiap Komuni selanjutnya kuperbarui persembahan ini. Dimana sesudahnya kukatakan kepada Bapa Rubio apa yang telah kulakukan, dia berkata padaku bahwa anak-anak kecil tidak seharusnya membuat janji melampaui menjadi sangat baik, dan ia ingin merobek kertasku. Aku tidak dapat, dan aku terus mengulangi: 'Tuhan, aku selamanya milik-Mu.' "

     Inilah saksi akan persembahan pertamanya yang dijaganya sampai hari sekaratnya, dan kertas kecil yang lusuh, dibungkus dengan tulisan besarnya yang kekanakkan, masih menjadi saksi akan cinta setianya.

Halaman 5

baik, Minggu sore-sore hari akan digunakan untuk berjalan keliling; jika sedang berawan ataupun basah, mereka semua akan tinggal di rumah, dan biasanya ayah dan anak-anak akan menikmati waktu mereka bersama hingga waktu untuk berdoa Rosario.
     Leonardo mengajarkan sendiri putri tertuanya, ia gembira akan kemajuan Josefa sehingga ia sungguh berharap agar Josefa memiliki profesi sebagai pengajar. Hal ini, sebagaimana akan kita lihat, tidaklah terjadi; Tuhan kita memiliki rancangan-rancangan istimewa-Nya sendiri bagi masa depan Josefa.
     Ketika ia berusia 11 tahun semua persiapan untuk Komuni Pertama dimulai. Gagasan itu sungguh memikat bagi seorang anak yang sangat berpikiran spiritual, yang mulai melakukan arahan-arahan yang diberikan pada Biara Reparatice. Hari besar itu didahului dengan sebuah retret yang singkat, dan kami masih memiliki “catatan-catatan” yang kemudian disebutnya sebagai daya tarik pertama baginya yang dibuat oleh Kekasih jiwanya.
 
     “Di dalam meditasiku yang pertama aku merefleksikan kata-kata ‘Yesus ingin memberikan Diri-Nya sendiri kepadaku, sehingga aku dapat seutuhnya menjadi milik-Nya.’ Betapa menggembirakan! Pikirku, DIA adalah satu objek hasrat-hasratku. Tapi, bagaimanakah hal itu dapat dilakukan? Aku berkonsultasi dengan salah seorang biarawati, dan dia menjelaskan padaku bahwa aku harus menjadi sangat, sangat baik, dan dengan demikian aku akan selalu menjadi kepunyaan Tuhan kita seluruhnya.

     “Subyek meditasi di hari kedua ‘Yesus, Pasangan para Perawan, bergembira akan kemurnian dan kepolosan.’ Ini adalah suatu cahaya besar bagiku, solusi dari puzzle yang kemarin; tentu saja aku harus menjadi Pasangan kecil-Nya, kemudian sungguh aku harus menjadi milik-Nya seluruhnya, sama seperti mama adalah milik papa. Dan begitulah kemudian aku berjanji kepada Tuhan kita untuk tetap menjadi seorang perawan (aku tidak mengerti apa itu artinya) bahwa aku akan selalu menjadi milik-Nya seluruhnya. Sepanjang hari aku membarui janji ini, dan pada malam hari selama berdoa aku meng-konsekrasi-kan diriku kepada Kanak-Kanak Yesus, memohon bantuan besar agar aku dapat menjadi utuh dan seluruhnya menjadi milik-Nya. Bahwa aku akan segera menerima DIA di dalam hatiku dengan Komuni Kudus, ini memenuhi aku dengan sukacita asing, dan ketika aku secara diam-diam menikmati pikiran bahagia itu, aku mendengar sebuah suara, yang tidak pernah dapat kulupakan, berkata kepadaku: ‘Ya, si kecil, Aku ingin

Halaman 4

sangat bergembira dan periang, dan kesalehan kanak-kanaknya berkembang dari sejak awal. Usianya hanya 5 tahun ketika ia dikuatkan dan Roh Kudus merasuki pikiran lugu dan murninya yang kemudian menjadi alat yang dipilih di dalam tangan Tuhan.
     Bapa pengakuan-nya, R.F. Rubio, adalah seorang yang bersemangat besar di dalam devosi Hati Kudus, dan kemudian beliau memasuki Serikat Yesus. Ia menyemaikan pada Josefa kecintaan akan doa, sebab ia sangat dikejutkan dengan spiritualitas si peniten kecilnya itu. Beliau tetap menjadi bapa pengaku-nya sampai ketika Josefa memasuki Serikat kita. Pada usia 7 tahun ia melakukan Pengakuan Dosa yang pertama; di tahun-tahun berikutnya, ia dapat mengingat jelas hari Jumat Pertama di bulan Oktober 1897, ia berseru dengan penuh penyesalan: “Seandainya saja kini aku dapat merasakan penyesalan akan dosa-dosaku sebagaimana peyesalanku pada hari itu.”
     Pastor Rubio memberikannya latihan spiritual yang cocok bagi usianya; ia mengajarkannya bagaimana merenungkan dan menggunakan doa seruan (ejaculatory prayer), dan Josefa secara perlahan memperoleh kebiasaan sadar akan Kehadiran ilahi. Ketika ia sudah dapat membaca, ia senang membaca El Cuarto de Hora de Santa Teresa, sebuah buku kecil tentang meditasi yang diberikan oleh bapa pengakuan kepadanya, dan Josefa belajar bagaimana setelah membaca sebuah bacaan, secara perlahan, merenungkannya dan menyelesaikannya dengan sebuah resolusi. Ia sangat setia luar biasa akan kebiasaan-kebiasaan yang diperolehnya sejak saat awal itu.
     “Aku menyukai buku kecilku,” katanya kemudian, “terutama saat itu berbicara padaku tentang Kanak-kanak Yesus atau tentang Sengsara-Nya. Aku menemukan banyak hal untuk dikatakan kepada Tuhan kita dan aku telah merencanakan untuk mengabdikan hidupku kepada-Nya, yang memiliki seluruh cintaku.”

     Josefa secara alami, serius dan lincah. Dia bebas menegaskan kewenangannya terhadap tiga adik-adik perempuannya, dan sering, ibunya yang sering diperolok akan dengan bangga mempercayakan putri sulungnya itu untuk menggantikannya. Josefa adalah kesayangan ayahnya; ia menyebut Josefa sebagai “permaisuri kecil”-nya dan tak dapat menolak apapun daripadanya... fakta yang diketahui benar dan dinyatakan oleh adik-adiknya, yang selalu meminta pertolongan melalui perantara Josefa jika ada permintaan yang diinginkan. Setiap Minggu, seluruh keluarga menghadiri Misa (High Mass), dan ayahnya selalu memberikan kepada setiap anaknya beberapa tembaga, untuk mengajarkan kepada mereka tentang kemurahan hati di dalam beramal; mereka dikenal dan dicintai oleh kaum miskin di lingkungan mereka. Jika udara sedang

Halaman 3

BUKU SATU
PESAN HATI YESUS

Halaman 3

BAB I
PILIHAN SURGAWI
Sebuah Kebangunan Jiwa
1890- 1907
“Aku ingin seluruhnya engkau menjadi milik-Ku.”
(Tuhan kita kepada Josefa, 17 Maret 1901)

Spanyol memberikan Tuhan kita jiwa yang akan dikonsekrasikan-Nya bagi Cinta-Nya, walaupun hal itu terjadi di Perancis saat DIA mengungkapkan Diri-Nya Sendiri kepadanya.
     Josefa Menéndez, seorang pribumi Madrid, lahir pada tanggal 4 Februari 1890 dan dibaptis di gereja San Lorenzo pada tanggal 9, bulan yang sama, diberikan nama Josefa Maria.
     Ayahnya, Leonardo Menéndez, juga seorang pribumi ibukota itu, yang memiliki masa muda yang menyedihkan, sebab ayah Leonardo meninggal ketika ia masih muda, dan ibunya menikah kembali. Anak laki-laki yang tidak diinginkan itu dikirimkan ke sekolah. Ketika hanya berusia 17 tahun, ia kehilangan ibu yang disayanginya, dan untuk menenggelamkan kesedihan dan kesepiannya, ia mendaftarkan dirinya menjadi tentara. Opsir superior-nya, tak lama kemudian, sangat menghargai talenta-talenta seninya, Leonardo ditunjuk sebagai dekorator Musium Artileri, dimana dia melakukan tugasnya dengan sangat baik sehingga ia selalu menerima permintaan yang terus menerus jika ada dekorasi-dekorasi militer yang perlu dirancang, baik itu di Katedral, St. Isidore, atau di Istana Kerajaan.
     Pada tahun 1888, Leonardo menikah dengan Lucia del Moral, seorang wanita yang saleh dan tekun yang menjadikannya seorang istri yang sangat baik dalam membesarkan empat anak perempuan dan dua anak laki-laki di dalam keluarga kecilnya itu, walaupun kedua anak laki-lakinya itu kemudian meninggal saat masih bayi, sehingga tinggal 4 anak perempuannya, sementara yang tertua, Josefa, mengambil tanggung jawab sebagai anak tertua dengan sangat serius.

     Sang ayah, bersemangat dan pandai, dapat memberikan mereka sebuah rumah yang nyaman, dan keadaan masa kecil Josefa